Semua Artikel Blog Ini tidak akan berdampak sebelum anda ACTION! Dream, Pray n' ACTION!

Tuesday, May 29, 2012

Jamill Azzaini | Tak Semuanya "Pleeg" dengan Teori

Jamill Azzaini | Banyak hal terjadi di dunia ini yang tidak sesuai dengan kaidah teori dan pengalaman yang ada. Nyatanya mereka malah berhasil ketika  “melawan” teori yang ada. Dan sebaliknya, mereka justru gagal saat mengikuti teori yang ada.

Satu contoh. Anda mengikuti training entrepreneur, kemudian Anda bertanya kepada nara sumber, “Apa kunci utama bisnis kuliner?” Kemungkinan besar salah satu jawaban sang nara sumber adalah lokasi, lokasi dan lokasi. Karena, seperti disebutkan dalam buku bisnis, pemilihan lokasi yang salah bisa membuat bisnis Anda bermasalah. Setuju?

Namun, ketika ke Jogjakarta beberapa hari lalu, saya melihat kenyataan yang berbeda. Saya diajak makan bakmi Mbah Mo. Lokasinya? Saya sudah lupa lokasi persisnya. Yang pasti, tempatnya bukan di jalur utama, bahkan di kampung yang jauh dari keramaian kota dan kegiatan wisata. Tempatnyapun sederhana, ruangan VIP-nya saja dari bambu bekas kandang ayam.

Walaupun demikian pengunjung bakmi Mbah Mo mengalir terus tiada henti. Sejak dibuka pukul 5 sore hingga tutup pukul 11 malam, pengunjung datang silih berganti. Mereka berasal dari kalangan orang biasa hingga pejabat tinggi. Gus Dur, Amien Rais, para artis ternama pernah makan bakmi yang dimasak menggunakan arang ini. Saat menyantap bakmi Mbah Mo malam itupun saya bertemu dengan banyak pengusaha dan pimpinan perusahaan ternama yang sedang makan bersama para mitranya.

Keesokan harinya, saya diajak makan mangut lele di warung nasi Mbah Geneng. Tempatnya? Saya juga lupa. Yang saya ingat ke arah Bantul. Kendaraan roda empat tidak bisa parkir di depan warung. Para pengunjung harus berjalan kurang lebih 100 meter dari tempat parkir.

Saat masuk ke warung nasi itu, saya tak akan melihat makanan tersaji. Saya harus masuk ke dapur kemudian mengambil sendiri makanan yang sedang di masak dengan menggunakan kayu. Rasanya? Mantap! Sangat pas dengan lidah saya. Di rumah makan manapun  saya jarang makan nambah. Di warung mbah Geneng ini saya nambah hingga 3 kali. Di tempat ini, saya merasa di rumah sendiri.

Sang Maha Pemberi Rezeki memang punya banyak cara untuk menurunkan rezeki. Jangan terlalu terjebak dengan teori. Beraksilah, bertindaklah sampai Anda menemukan teori Anda sendiri sehingga rezeki mengalir tiada henti. Mari buktikan…

Salam SuksesMulia!

Penulis : Jamil Azzaini




Mungkin Anda tertarik ingin membaca artikel ©Yusuf Mansur, Jamil Azzaini, Ippho Santosa. Jaya Setia Budhi, Inspirasi Bisnis yang lainya?

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...